Connect with us

Uncategorized

5 Langkah Cegah Virus Corona untuk Penderita Diabetes

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JARRAKSEHAT.COM — Penderita Diabetes wajib mengikuti 5 langkah cegah Covid-19 ini, mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa manula, perempuan hamil, dan penderita penyakit kronis adalah orang yang rentan terinfeksi virus Corona.

Karena itu, ahli kesehatan menyarankan semua orang untuk tetap berada di dalam rumah, terutama kelompok orang yang paling rentan terinfeksi.

Tetapi dilansir oleh egyptindependent.com, ada hal yang perlu diketahui bagi penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 dalam upaya melindungi dirinya dari virus corona Covid-19.

  • Koordinasi dengan dokter atau pusat medis mengenai pengawasan dan perawatan pasien diabetes.
  • Carilah informasi tentang cara mengontrol kadar gula darah selama masa isolasi diri di rumah.
  • Pantau kadar gula darah di rumah secara teratur.
  • Pastikan obat-obatan yang dibutuhkan sudah tersedia di rumah untuk jangka waktu lama, meskipun apotek masih buka hingga malam.
  • Ikuti diet sehat dan tetap olahraga ringan di dalam rumah.

Penderita diabetes juga harus memerhatikan kualitas tidur dan aktivitas fisiknya. Karena, kedua hal itu sangat ampuh melindungi diri dari virus corona Covid-19.

Sebenarnya dilansir oleh  diabetes.org, belum ada data yang cukup untuk menunjukkan orang dengan diabetes lebih mungkin terinfeksi virus corona Covid-19.

Tetapi, orang dengan diabetes lebih mungkin mengalami komplikasi serius akibat virus corona Covid-19. Secara umum, penderita diabetes cenderung mengalami gejala dan komplikasi yang parah ketika terinfeksi virus.

Risiko penderita mengalami kesakitan akibat corona Covid-19 lebih rendah, jika bisa mengelola kadar gula darah dengan baik. Saat penderita tidak mengelola diabetes dengan baik dan gula darah meningkat, maka mereka berisiko mengalami komplikasi yang berhubungan dengan diabetes.

Bahkan penyakit lain di luar diabetes juga bisa memperburuk tingkat keparahan Anda ketika terinfeksi virus corona Covid-19, seperti kemampuan tubuh melawan infeksi akan terganggu.

Infeksi virus juga bisa meningkatkan peradangan atau pembengkakan internal pada penderita diabetes. Kondisi ini disebabkan oleh gula darah yang meningkat dan keduanya berkontribusi pada komplikasi parah.

Editor : Lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Ini Ringkasan Dari Postingan Hasil Tim Liu Liang (Prof. Forensik di Tongji Medical College)

Published

on

By

(Ilustrasi virus corona)

JARRAKSEHAT.COM — Profesor Liu Liang membedah dengan hati-hati tubuh pasien corona yang baru meninggal. Tanpa itu kita tidak akan pernah tahu kebenaran yang mengejutkan. “Laporan Pengamatan Umum Anatomi Korban Meninggal karena Pneumoonia virus Corona ” yang diterbitkan dalam Journal of Forensic Medicine, bahwa ada cairan kental abu-abu di paru-paru almarhum, lendir putih berbusa di rongga trakea, dan rongga bronkial paru-paru.

Lendir yang seperti jeli itu melekat kuat. Cairan kental inilah yang menghalangi alveoli, memblokir saluran udara, memblokir paru-paru interstitial, memblokir tabung bronkial, secara bertahap membiarkan paru-paru kehilangan fungsi ventilasi , membuat pasien dalam keadaan hipoksia, dan akhirnya mati karena gagal napas. Cairan kental ini merenggut nyawa pasien Corona dan membuat mereka menderita pada saat-saat terakhir kehidupan mereka.

Ketakutan mereka mencapai ekstrem. Mereka berjuang seperti tenggelam dalam sumur, berteriak “tolong”. Mereka dipenuhi dengan keputus-asaan dan rasa sakit, mereka terengah-engah, bahkan jika mereka memakai masker oksigen dan ventilator, mereka tidak dapat menghirup oksigen. Mengapa mereka tidak bisa menghirup oksigen dengan dukungan ventilator? Karena cairan kental itu menghalangi jalur oksigen.

Jalannya tidak bisa dilewati. Sejumlah besar oksigen dihirup, tetapi penyumbatannya tambah meningkat. Oksigen tidak dapat disalurkan ke dalam darah, dan akhirnya mereka tercekik oleh cairan kental ini. Oleh karena itu, Profesor Liu Liang menunjukkan bahwa penggunaan alat ventilator oksigen secara buta tidak hanya gagal untuk mencapai tujuan tetapi bahkan mungkin menjadi kontra-produktif. Tekanan oksigen akan mendorong lendir lebih dalam ke ujung paru-paru, sehingga semakin memperparah keadaan hipoksia pasien.

Dengan kata lain, pengobatan Barat hanya melihat hipoksia pasien, tetapi tidak melihat penyebab di balik hipoksia pasien. Cairan kental ini disebut dahak, harus ditangani sebelum memberikan oksigen, jika tidak, berapapun banyaknya oksigen disalurkan juga akan sia-sia.

Kita hanya perlu membuka saluran udara ini, menghilangkan dahak, menghilangkan kelembaban, membiarkan alveoli mengering, dan membiarkan bronkus halus lancar dan tidak terhalang, dengan demikian tidak diperlukan ventilator oksigen sama sekali, pasien akan pulihkan fungsi paru-paru sendiri, dan ia akan menghirup oksigen dari udara.

Tulisan ini kemudian ditanggapi secara cerdas oleh bro Aji Soko Santoso sebagai berikut:

“Menarik sekali! Saya sudah membaca berita mengenai penelitian Prof.Liu Liang seperti komen Anda. Nampaknya temuan ini diperkuat oleh Dr.Luciano Gattinoni dari Universitas Kedokteran di Gottingen, Jerman dalam laporannya mengenai penanganan pasien corona yang menderita gagal nafas di Italia Utara dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine bulan Maret lalu.”

“Dr.Gattinoti menganjurkan untuk meninjau pendekatan yang berbeda untuk pasien corona yang kritis. Kemudian Dr.Nathalie Stevenson dan Prof.Gary Mills dari NHF Foundation, Inggris memberikan pandangan bahwa corona merupakan penyakit baru dan membutuhkan penanganan yang berbeda dari gagal nafas biasa. Hal ini dicatat dalam interview oleh Medscape UK.”

Ada seorang sahabat, bung Toni Gede yang menanyakan bagaimana mengeluarkan dahak tersebut .

Kembali sahabat bro Aji Soko Santoso menjawab sebagai berikut:

“Untuk mencairkan dahak atau mucus dari paru-paru, pasien harus diberi minum obat mukolitik atau pencair dahak seperti ambroxol, mucohexin, erdosteine atau n-acetyl cysteine (yang terkuat). Bila tidak bisa minum, harus dialirkan lewat selang. Tanpa bantuan mukolitik, dahak kental yang memenuhi bronkus tidak akan bisa keluar. Dengan bantuan obat di atas, dahak akan menjadi encer dan dapat dikeluarkan lewat batuk atau suction pump low pressure.”

Lalu bagaimana kalaupun sudah diberikan mukolitik dan sudah dilakukan suction tetapi dahak tetap tidak mau keluar ?

Menurut penulis, dalam kasus seperti ini Bronchoscopy bisa menjadi pilihan .

Baru baru ini juga dikabarkan bahwa penggunaan Ventilator pada pasien covid 19 ternyata banyak menimbulkan efek negatif tidak seperti yang diharapkan .

Semoga ini semua bisa menjadi masukan dan pertimbangan bagi para staf medis yang saat ini sedang berjuang keras untuk menyembuhkan pasien yang terlanda wabah covid 19, juga sebagai tambahan pengetahuan bagi kita semua .

Dari hati yang paling dalam penulis sampaikan hormat dan salut atas perjuangan anda semua dan semoga Tuhan yang maha esa melindungi dan menyertai segala perjuangan anda.

Editor : Lle

Continue Reading

Uncategorized

Beberapa Cara Efektif Untuk Mendapatkan Vitamin D

Published

on

By

Ilustrasi Vitamin D (Doc. Net)

JARRAKSEHAT.COM — Asupan vitamin D yang rendah jadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Dapatkan vitamin D dengan cara-cara yang efektif seperti berikut.

Vitamin D berfungsi menjaga tulang etap sehat. Vitamin D juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, peredaran darah, dan sistem saraf.

Meski tak ada pedoman yang ditetapkan, namun Anda direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin D sebanyak 600-2.000 IU per hari.

Berikut cara-cara efektif untuk mendapatkan vitamin D :

1. Berjemur di bawah sinar matahari
Matahari merupakan salah satu sumber vitamin D terbaik. Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjemur. Orang berkulit gelap disebut memerlukan waktu lebih lama untuk berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D daripada mereka yang berkulit terang.

Hingga saat ini, tak ada rekomendasi resmi mengenai lama waktu berjemur. Namun, para ahli sepakat, berjemur di bawah sinar matahari selama 8-15 menit disebut cukup untuk mendapatkan vitamin D bagi mereka yang berkulit terang.

Selain itu, semakin dekat tempat tinggal Anda dengan garis khatulistiwa, semakin banyak vitamin D yang bisa didapat sepanjang tahun.

2. Konsumsi ikan berlemak dan makanan laut
Ikan berlemak dan makanan laut adalah salah satu sumber alami vitamin D terbaik.

Beberapa jenis ikan dan makanan laut yang kaya akan vitamin D di antaranya:
– salmon
– tuna
– ikan kembung
– tiram
– udang
– ikan sarden
– teri

Banyak dari makanan ini juga kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

3. Konsumsi jamur
Jamur menjadi satu-satunya sumber nabati vitamin D. Seperti manusia, jamur dapat memproduksi vitamin D setelah terpapar sinar matahari.

Jamur liar umumnya mengandung lebih banyak vitamin D dibandingkan jenis jamur yang ditanam secara komersial. Namun, Anda juga bisa membeli jamur yang dirawat dengan sinar UV.

4. Kuning telur
Kuning telur menjadi salah satu sumber vitamin D. Seperti banyak sumber makanan lainnya, kuning telur memiliki kandungan vitamin D yang bervariasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa telur dari ayam kampung bisa memberikan 20 persen kebutuhan vitamin D harian.

5. Konsumsi makanan yang diperkaya vitamin D
Vitamin D kerap ditambahkan ke sejumlah makanan pokok seperti susu untuk meningkatkan asupan nutrisi.

Beberapa makanan yang umumnya diperkaya vitamin D meliputi:
– susu sapi
– susu kedelai dan almond
– sereal
– yogurt
– tahu.

Editor : Lle

Continue Reading

Uncategorized

7 Rempah Bermanfaat Untuk Mencegah Virus Corona

Published

on

By

Ilustrasi (Doc. Net)

JARRAKSEHAT.COM — Memiliki daya tahan tubuh yang baik sangat dianjurkan untuk memerangi virus Corona. Seseorang secara alami bisa kebal terhadap suatu penyakit jika di dalam tubuhnya terdapat daya tahan tubuh yang baik.

Dilansir dari  Boldsky.com cara terbaik untuk meningkatakan kekebalan tubuh adalah melalui cara alami. Salah satunya dengan memanfaatkan beberapa rempah atau jamu. Di antara bumbu dapur ternyata efektif dalam membantu menjaga daya tahan tubuh.

Berikut daftar rempah yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh :

1. Bawang Putih

Bawang putih sangat penting untuk menjaga homeostasis sistem kekebalan tubuh. Bawang putih bisa menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh karena keberadaan senyawa imunoregulatif. Anda bisa mengambil 1 sampai 2 siung bawang putih, masukkan ke dalam segelas air hangat dan minum setiap hari dalam keadaan perut kosong.

2. Kunyit

Kunyit termasuk ke dalam makanan sehari – hari yang memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, dan imunomodulator, yang membantu melawan flu dan memperbaiki gejala pilek dan batuk. Selain itu, kunyit juga bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus mengurangi peradangan paru. Anda bisa mencampurkan kunyit, jahe, dan lemon kedalam teh, dan diminum sebanyak dua kali sehari.

3. Jahe

Jahe dikenal sebagai rempah yang kaya akan manfaat. Salah satunya adalah meningkatkan kekebalan tubuh, melawan peradangan paru, membantu melawan batuk dan meningkatkan produksi sel-T. Anda bisa menambahkan irisan jahe, dan madu ke dalam segelas teh hangat dan diminum dua kali sehari.

4. Kayu manis

Rempah beraroma ini merupakan sumber senyawa antioksidan yang bagus. Kayu manis bisa menangkal oenyakit pilek, batuk, radang, sekaligus sebagai stimulator kekebalan tubuh. Anda bisa mencampurkan madu dan bubuk kayu manis dalam segelas air hangat dan dikonsumsi pada pagi hari.

5. Cengkeh

Cengkeh telah lama dipakai dalam pengobatan tradisonal untuk mengobati beberapa penyakit. Cengkeh bisa meningkatkan respons imin dan membantu menetralkan virus dan bakteri. Selain itu cengkeh bisa mengurangi peradangan paru dan mengeluarkan lendir. Anda bisa merebus 4 sampai 5 siung cengkeh dan diminum setiap hari.

6. Bawang Merah

Selain bawang putih, bawang merah juga mengandung banyak senyawa bermanfaat yang bisa menambah kekebalan tubuh seperti vitamin C. Anda bisa merebus beberapa irisan bawang selama 7 sampai 8 jam, lalu ambil 3 sampai 4 sdm air, dan minum 3 kali sehari.

7. Saffron

Senyawa bioaktif dalam saffron mampu meningkatkan imunitas, serta membantu menangkal patogen. Selain itu, saffron juga dapat meningkatkan sel darah putih, trombosit darah dan limfosit. Anda bisa mencampurkan sejumput saffron ke dalam air, dan minumlah setiap hari.

Editor : Lle

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarraksehat.com