Wednesday, 2 October 2019. 2:00 pm

Bisnis Dasar Harus luangkan Waktu untuk Baca ini ala Putu Liong

Bandung 02 oktober 2019

Oleh : I gede Putu Sudiarta

KECERDASAN FINANSIAL DASAR

Sebenarnya jauh lebih penting memiliki kecerdasan finansial yang bagus dibandingkan memiliki ilmu mencari uang yang bagus.
Fakta di dunia menunjukkan, mereka yang memiliki kemampuan mencari uang yang sangat bagus pun pada akhirnya kalah jauh dengan mereka yg cerdas finansial atau pandai mengelola uang.

Bayangkan jika seseorang bisa memiliki kemampuan mencari uang yang prima dan sekaligus memiliki kecerdasan uang yg prima pula. Seperti yang saya harapkan akan terjadi pada anggota Building The Dream yg mau mengikuti ke 3 tahapannya. Meskipun demikian, rumus 90 : 10 seperti yg disampaikan Robert T Kiyosaki dalam buku Guide to Invest tetap akan berlaku. Hanya 10 persen anggota yang nantinya benar benar bisa berhasil seperti yg diharapkan, dan memiliki 90% uang yg beredar di anggota Building The Dream.

Moga moga Anda bisa berada di bagian yang 10% itu. 🙏

Di seluruh dunia, pendidikan formal ditujukan untuk mendapatkan tenaga tenaga terampil untuk bekerja di pemerintah maupun swasta. Bahkan pendidikan bisnispun bukan melatih mereka untuk berbisnis sendiri. Tetapi melatih mereka untuk menjalankan bisnis orang lain. Alias menjadi pegawai.

Dengan kata lain, kita hanya diajari cara memperoleh uang. Cara yang diajarkan pun hanyalah sebagian cara saja. Yaitu hanya 1/10 dari cara sebagaimana yang diajarkan Nabi saya. Beliau mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki ada di bisnis (perdagangan).

Bayangkan dampaknya, kita hanya diajari 10% dari jalan yang ada. Ditambah lagi tidak diajari bagaimana mengatur keuangannya setelah diperoleh. Kira kira parah apa tidak akibatnya ?. Bahkan kalau diajari ke 10 cara itu tanpa diajari mengatur uangnya saja hasilnya masih mengecewakan. Apalagi hanya diajari 1/10 cara ?

Sejak dahulu tidak ada satupun baik sekolah formal maupun informal yang mengajarkan bagaimana cara mengatur uang. Tetapi itu dulu, sekarang ada yaitu tempat dimana saya mempelajari semua ini. Sayangnya hanya sebagian saja yg bisa saya tularkan ke Anda. Selebihnya Anda perlu menggali sendiri ditempat saya belajar itu. Karena, saya sendiripun belum lulus sempurna.

Pengajaran yg salah fokus akibatnya ya begini ini

  1. Bahkan di Amerika Serikat, negara yg paling kaya di dunia dan dianggap kemakmurannya merata, hanya 1% penduduknya yang bisa kaya. 4% mandiri secara keuangan, sedang selebihnya kalau tidak meninggal, harus bekerja terus sampai mati atau sebagian besar yaitu 54% hidupnya tergantung orang lain. Saya ini kalau tidak merubah arah, setelah usia 65 tahun ya masih harus bekerja mencari nafkah. Nanti setelah benar benar tidak kuat, akan hidup tergantung pihak lain, yaitu pensiunan pemerintah dan bantuan anak anak.
  2. Di Indonesia pernah diteliti oleh majalah Swa. Profesional berpenghasilan besar seperti dokter, pengacara, notaris, direktur dll, 80% akan jatuh miskin di usia tua.

Bayangkan, mereka adalah orang orang yang seumur hidupnya mendapatkan penghasilan besar. Mereka orang orang yang bisa mengumpulkan uang banyak. Toh akhirnya sebagian besar jatuh miskin.

  1. Di Amerika, 90% pemenang lotre diatas 250 ribu dollar, akan jatuh miskin lagi 3 tahun setelah menang lotere. Umumnya mereka tidak tahu kemana uang mereka pergi. Seperti Anda yang membaca ini, coba teliti lagi, apakah Anda tahu kemana saja uang yang Anda peroleh itu pergi ? Saya yakin Anda tidak bisa menemukan jejak uang itu mengalir kemana.

Itulah 3 fakta yang menunjukkan bahwa : KECERDASAN FINANSIAL KITA RATA RATA MASIH RENDAH.
MANFAAT KECERDASAN FINANSIAL

Jika Anda cerdas finansial, maka yang terjadi adalah :

  1. Anda tidak akan mengejar penghasilan besar. Anda justru akan mencari penghasilan penghasilan kecil. Bahkan sesuatu yg nampak awalnya tidak menghasilkan. Dengan begitu Anda akan hanya sedikit mendapat saingan. Karena sebagian besar mereka yang tidak cerdas finansial, akan mencari penghasilan yang besar, cepat dan aman. Para penipu pun siap menangkap mereka. Ken Kesey mengatakan : “Rahasia untuk menjadi penipu yang hebat adalah mengetahui apa yang diinginkan calon kurbannya dan meyakinkan padanya bahwa ia akan memperoleh yang diidamkannya”. Karena semua senang sesuatu yang sebenarnya tidak ada yaitu penghasilan besar, cepat dan aman, maka diciptakanlah hal yang tidak mungkin itu menjadi seolah olah mungkin. Charles Ponzi tahun 1920 an sudah menciptakan skemanya. Mereka tinggal membungkus nya saja dengan aneka bungkus yang indah. Pasti akan banyak yang memakan umpannya. Itu tidak akan terjadi pada mereka yang cerdas finansial. Orang yg cerdas finansial akan lari menjauh jika mendengar kalimat cepat, besar dan aman secara jangka panjang dijadikan satu. Alarm di kepalanya akan membunyikan tanda bahaya. Karena itu memang menyalahi aturan dasar investasi dan hukum alam manapun di bidang keuangan.
  2. Jika cerdas finansial, Anda akan mampu memanfaatkan penghasilan sekarang untuk kesejahteraan anak cucu Anda. Pada sebagian besar orang, penghasilannya hanya berhenti untuk mendukung kesejahteraan dirinya. Itupun seringkali tidak sampai diujung umur.
  3. Kehidupan Anda sudah pasti akan lebih tenang dan damai. Bisa berkumpul terus dengan keluarga yg dicintai. Tidak harus berpencaran sampai ke ujung dunia hanya untuk mengejar uang. Karena uang sudah bisa Anda datangkan sendiri ke rumah Anda. Sehingga Anda bisa bermain sepanjang hari dengan anak anak.
  4. LIMA PERATURAN DASAR KEUANGAN

Ada 5 dasar peraturan keuangan. Sayangnya kita nyaris salah di ke lima hal itu. Mungkin Anda tidak demikian, tetapi saya demikian sampai usia 45 an. Ke lima hal itu akan saya uraikan satu per satu besok. Tetapi untuk memenuhi keingin tahuan Anda, akan sy singgung sedikit sekarang.

Ke lima hal itu adalah :

  1. Bisa membedakan aset dan beban : Di sini saja sudah terbolak balik. Yang beban dikatakan aset. Seharusnya menumpuk aset supaya tambah kaya, yang dilakukan malah menumpuk beban sehingga tambah miskin.
  2. Mengerti arus uang atau cashflow : Selama bertahun tahun, cashflow saya ternyata lebih banyak cashflownya orang miskin, dan TIDAK PERNAH mengalami cashflow orang kaya. Padahal SEMUA ORANG YANG KENAL SAYA, menganggap saya kaya. Termasuk saya sendiri.
  3. Mengetahui cara menggunakan uang : Dari 3 cara menggunakan uang, saya justru melakukan yang terjelek. Jangan tertawa dulu, karena saya yakin Anda juga melakukan hal yang sama.
  4. Mengetahui penghasilan aktif dan pasif : Seumur hidup saya dan Anda dilatih untuk mencari UANG YANG SALAH. Kemudian bingung sendiri mengapa semakin tua kerjanya harus semakin keras ya ?. Lha iyalah, karena jenis uang yang salah yg kita cari.
  5. Mengetahui definisi kaya dan miskin : Di hal yg paling penting inipun kita tidak tahu. Kira semua ingin kaya, tetapi kita semua salah membuat definisinya. Akibatnya jelas, dari waktu ke waktu bukannya bertambah kaya tetapi justru bertambah miskin. Kalau dia dokter atau pengacara, semakin senior kerjanya semakin keras. Itu sebenarnya menunjukkan semakin miskin. Mereka bekerja semakin keras bukan karena ingin, tetapi karena harus.
    HARTA ANDA ASET ATAU BEBAN ?

Banyak yang tidak bisa membedakan aset dan beban. Mereka mengira rumah yang dia tinggali itu aset. Mobil yg dinaiki itu aset. Akibatnya mereka berusaha terus membuat rumahnya lebih bagus dan meningkatkan nilainya. Padahal nilai sebuah rumah bukan fisiknya tetapi pada 3 hal yaitu :
1.Lokasi,
2.Lokasi, dan 3.Lokasi.

Mereka juga terus menambah mobil karena mengira mobil itu aset. Teman teman dokter saya sering dengan bangga mengatakan bahwa mobilnya 5, seperti saya dulu.

Dari gambar diatas nampak bahwa rumah yang kita tinggali itu beban, begitu juga mobil yang kita pakai juga beban.
Contoh harta berupa aset adalah pabrik, kendaraan niaga, rumah yang dikontrakkan, ternak dan sebagainya.

DEFINISI ASET DAN BEBAN

Aset adalah segala sesuatu milik kita yang bisa memasukkan uang secara rutin ke kantong kita. Seperti saham, deposito, surat berharga lain, real estate, kos kosan, bisnis yang diurus orang lain, lahan produktif, ternak dll.

Beban adalah segala sesuatu yang menyebabkan kita harus mengeluarkan uang. Contoh beban misalnya rumah yang kita tinggali, mobil yang kita pakai.

Seharusnya aset kita diperbanyak dan beban diperkecil (kotak hitam). Tapi yang terjadi sebaliknya yaitu beban yang diperbesar dan aset bahkan tidak terpikirkan (kotak abu abu).

Rumah yang kita tinggali adalah beban yang paling besar menyerap potensi kekayaan kita. Semua uang penghasilan kita masuk kesana. Jika seseorang punya uang, tiba tiba saja merasa perlu mengganti lantai rumah, merehab dapur, menambah kamar. Yg terpikir adalah KAPAN LAGI ADA KESEMPATAN ?. Ternyata jurus KAPAN LAGI itu berlaku baik pada yg usia 17 tahun sampai yg usia 71 tahun. Kapan lagi ?

Kalau ada anak muda konsultasi, biasanya saya tanya :”Sudah punya rumah atau belum ?”. Jika jawabnya belum, saya puji dan saya sarankan jangan beli rumah dulu. Kontrak saja dulu sampai Anda punya penghasilan pasif yang cukup untuk membeli rumah.
Jika menjawab sudah punya rumah, saya sarankan utk mengontrakkan rumahnya, kemudian uangnya digunakan mengontrak rumah yg nilainya sama. Jika kita tinggal di rumah kontrakan, tidak akan ada keinginan untuk menambah kamar atau mengganti lantai. Uangnya bisa kita investasikan di tempat yang benar.

Tetapi jika Anda bertanya ke orang bank, maka dia akan menjawab dengan tegas bahwa rumah Anda adalah aset, mobil Anda adalah aset. Mereka benar dan tidak sedang membohongi Anda.
Yang tidak dikatakan adalah bahwa itu asetnya bank, krn menghasilkan uang untuk bank. Untuk Anda itu ya beban.


TIGA MACAM ARUS KAS

Untuk bisa melihat apakah Anda orang miskin, orang kelas menengah atau orang kaya, tidak bisa hanya dengan melihat jumlah penghasilan. Yang lebih penting adalah dari mana uang itu berasal dan kemana mereka pergi. Arus uang itulah yang menentukan apakah Anda ini orang kaya atau orang miskin.

Berapapun jumlah penghasilan Anda, jika arus kas Anda merupakan arus kas orang miskin, maka Anda orang miskin. Memiliki tingkat stress seperti orang miskin yg selalu kekurangan uang. Jika arus kas Anda merupakan arus kas kelas menengah, maka Anda adalah kelas menengah. Begitu juga arus kas orang kaya hanya dimiliki orang kaya yg umumnya bebas stress.

Kalau Anda ingin menjadi orang kaya, maka jadikanlah arus kas Anda menjadi arus kasnya orang kaya. Cuma itu caranya, bukan dengan bersusah payah menciptakan strategi untuk mencari penghasilan besar. Penghasilan besar tidak bisa membuat Anda kaya.

ARUS UANG ORANG MISKIN

Arus uang orang miskin memiliki 2 ciri :

  1. Penghasilannya berasal dari pekerjaan (penghasilan aktif).
  2. Setiap bulan habis untuk kebutuhan.

Tidak peduli berapapun penghasilan Anda, mungkin 1 juta, mungkin 10 juta atau 100 juta sebulan. Kalau memenuhi 2 kriteria tadi, berasal dari pekerjaan Anda dan setiap bulan habis, Anda orang miskin.

Mungkin Anda tinggal di rumah di gang sempit, atau di sebuah rumah besar di kompleks perumahan mewah. Kalau penghasilan anda berasal dari pekerjaan dan setiap bulan habis, Anda adalah orang miskin.

Robert T Kiyosaki memiliki teman dengan penghasilan 500 ribu dollar setahun. Atau sekitar 500 juta rupiah sebulan. Tetapi setiap tahun dia menghabiskan 525 ribu dollar. Dia termasuk orang miskin. Memiliki tingkat stress orang miskin yang selalu merasa kurang uang atau pas pas an.
ARUS UANG KELAS MENENGAH

Arus uang kelas menengah seperti dokter, pengacara, pegawai negeri, pedagang dsb memiliki 3 ciri :

  1. Penghasilannya diperoleh dari pekerjaan (penghasilan aktif).
  2. Penghasilannya lebih besar dibandingkan biaya hidup bulanan.
  3. Kelebihan penghasilan biasanya dibelikan beban, bukan aset.

Pemilik arus kas kelas menengah ini seringkali jatuh lagi ke arus kas orang miskin akibat beban terus bertambah. Kelebihan penghasilannya seringkali dibelikan beban sehingga semakin lama beban hidupnya semakin tinggi. Jika penghasilannya tidak naik, maka arus kas nya akan menjadi arus kas orang miskin kembali.

Jarraksehat.com/igede putu Sudiarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *